PENGERTIAN RISK AND RETURN
Sebuah istilah dalam
perekonomian yang sering kita dengar, tepatnya dalam dunia investasi.
Investasi merupakan upaya penanaman modal untuk menghasilkan keuntungan
di masa mendatang. Sebuah upaya yang didorong oleh kebutuhan akan masa
depan karena ketidakpastian dan hal-hal tak terduga dalam hidup.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Investasi inilah yang
kemudian berkaitan dengan teori mengenai risiko-pengembalian, high risk
high return, perhitungan risiko menjadi dasar dalam pengambilan
keputusan berinvestasi untuk mengharapkan pengembalian yang sesuai di
masa depan. Dalam konteks efficient market, hubungan antara risk-return
dengan investasi bersifat linier, untuk mendapatkan return investasi
yang tinggi, risiko yang diambil juga tinggi, sedangkan risiko rendah
berarti tingkat pengembalian atau hasil yang rendah juga.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
A. PENGERTIAN RISK
Para
pelaku dunia usaha, khususnya mereka yang aktif melakukan investasi atau
penanaman modal sangat paham dengan prinsip “high risk, high return” artinya jika ingin memperoleh hasil
yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.
Menurut salah satu definisi, risiko
(risk) adalah sama dengan ketidakpastian (uncertainty).
Secara umum
risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang
atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.
Risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil keputusan investasi harus selalu berusaha meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi ekonomi baik mikro ataupun makro akan mendorong investor untuk melakukan strategi yang harus diterapkan untuk tetap memperoleh return
Risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil keputusan investasi harus selalu berusaha meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi ekonomi baik mikro ataupun makro akan mendorong investor untuk melakukan strategi yang harus diterapkan untuk tetap memperoleh return
Sumber-sumber risiko suatu investasi terdiri dari:
- Risiko suku bunga
- Risiko pasar
- Risiko inflasi
- Risiko bisnis
- Risiko finansial
- Risiko likuiditas
- Risiko nilai tukar mata uang
- Risiko negara (country risk)
Risiko juga bisa dibedakan menjadi dua jenis:
- Risiko dalam konteks aset tunggal. - Risiko yang harus ditanggung jika berinvestasi hanya pada satu aset saja.
- Risiko dalam konteks portofolio aset.
Investasi inilah yang
kemudian berkaitan dengan teori mengenai risiko-pengembalian, high risk
high return, perhitungan risiko menjadi dasar dalam pengambilan
keputusan berinvestasi untuk mengharapkan pengembalian yang sesuai di
masa depan. Dalam konteks efficient market, hubungan antara risk-return
dengan investasi bersifat linier, untuk mendapatkan return investasi
yang tinggi, risiko yang diambil juga tinggi, sedangkan risiko rendah
berarti tingkat pengembalian atau hasil yang rendah juga.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Sebuah istilah dalam
perekonomian yang sering kita dengar, tepatnya dalam dunia investasi.
Investasi merupakan upaya penanaman modal untuk menghasilkan keuntungan
di masa mendatang. Sebuah upaya yang didorong oleh kebutuhan akan masa
depan karena ketidakpastian dan hal-hal tak terduga dalam hidup.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Sebuah istilah dalam
perekonomian yang sering kita dengar, tepatnya dalam dunia investasi.
Investasi merupakan upaya penanaman modal untuk menghasilkan keuntungan
di masa mendatang. Sebuah upaya yang didorong oleh kebutuhan akan masa
depan karena ketidakpastian dan hal-hal tak terduga dalam hidup.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Sebuah istilah dalam
perekonomian yang sering kita dengar, tepatnya dalam dunia investasi.
Investasi merupakan upaya penanaman modal untuk menghasilkan keuntungan
di masa mendatang. Sebuah upaya yang didorong oleh kebutuhan akan masa
depan karena ketidakpastian dan hal-hal tak terduga dalam hidup.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/motamife/high-risk-high-return_564da7c34423bd0c09c61fd5
B. PENGERTIAN RETURN
Return atau pengembalian adalah
keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil
kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut Shook, return merupakan laba
investasi, baik melalui bunga atau deviden.
Beberapa pengertian return yang lain :
- Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang saham.
- Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
- Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba.
- Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan.
- Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
- Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.
- Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode sebelumnya.
- Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.
- Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu.
- Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut.
- Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio
C. RISK AND RETURN
Risk
and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi, dan
individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun
keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Hubungan antara risiko dengan
tingkat pengembalian adalah:
- Bersifat linear atau searah
- Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko
- Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
- Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal.
D.HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN RISK AND RETURN
Adapun karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
- Takut pada risiko (Risk Avoider)
- Hati-hati pada risiko (Risk Indifference)
Karakteristik
ini di mana sang decision maker sangat hati-hati atau begitu menghitung
terhadap segala dampak yang akan terjadi jika keputusan diaplikasikan.
Bagi kalangan bisnis, mereka menyebut orang dengan karakter seperti ini
secara ekstrem disebut sebagai tipe peragu.
- Suka pada risiko (Risk Seeker atau Risk Lover)
Karakteristik
ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko. Mereka terbiasa dengan
spekulasi dan itu pula yang membuat penganut karakteristik ini selalu
saja ingin menjadi pemimpin dan cenderung tidak ingin menjadi pekerja.
Mental risk seeker adalah mental yang dimiliki oleh pebisnis besar dan
juga pemimpin besar. Karakter ini yang paling mendominasi jika dilihat
dari kedekatannya pada risiko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar